Tuesday, May 16, 2017

SEPUTIH SALJU Bacaan: Mazmur 51:7-13 ------------------------------------------------------------------ Bacaan setahun: 1 Tawarikh 17-20 ------------------------------------------------------------------ Waktu remaja kita sering mengisi semacam biodata di buku teman. Macam-macam yang harus diisi: nama, alamat, hobi, cita-cita. Seorang teman menulis: "Bertobat" di point hobi. Kaget saya! Ketika saya tanya alasannya, ia menjawab, "Karena setelah menyesali dosaku, aku mengulanginya, lalu menyesalinya dan kemudian mengulanginya lagi. Jelas aku ini hobi bertobat!" Apakah kita tidak demikian? Mazmur ini ditulis karena penyesalan Daud atas perilakunya yang tercela tidur dengan Betsyeba, istri Uria. Uria sendiri mati karena rekayasa jahat Daud. Nabi Natan menegurnya dengan keras. Anak hasil hubungan Daud dan Betsyeba akan mati. Daud sangat sedih dan menyesal. Ini adalah puisi dari orang yang malu dan remuk hatinya dengan keberdosaannya. Daud minta dikasihani (ay. 3), lalu ia mohon agar Allah berkenan menghapus dosanya karena rahmat-Nya yang besar itu. Daud rindu berhati bersih, bukan sekedar bersih, namun sepenuhnya bersih (ay. 4a). Ia memohon dengan penuh kesadaran diri: "Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku dan senantiasa bergumul dengan dosaku". Ini menarik! Daud mengawali dengan kesadaran dan kemudian dengan serius menggumuli dosanya. Kita sering tidak berani bergumul. Begitu tahu kita berdosa, buru-buru kita minta ampun kepada Tuhan. Alasan kita, "Tuhan kan baik". Betul. Tapi ingat bahwa kebaikan Tuhan bukan tiket bagi kita untuk hobi berdosa. Jika kita sungguh rindu bertobat, kita harus sungguh bergumul dan jangan memandang ringan penebusan Tuhan. Baru dengan demikian, seperti Daud kita dapat memohon "Basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju...." --DKL/Renungan Harian ------------------------------------------------------------------ DARI TOBAT MURAHAN, JAUHKANLAH AKU YA TUHAN. ------------------------------------------------------------------ Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com

Tuesday, May 9, 2017

PERLU SIRAMAN KASIH Bacaan: Kisah Para Rasul 9:19-31 ------------------------------------------------------------------ Bacaan setahun: 2 Raja-raja 24-25 ------------------------------------------------------------------ Bisakah sebuah benih tumbuh di tanah yang gersang? Bisa. Caranya? Kita lebih dahulu membuat tanah itu basah dan subur. Kita menyirami dan memberinya pupuk. Setelah tanah itu basah, subur, dan lunak, barulah benih kita tanam sehingga benih itu akhirnya bertumbuh. Hati manusia seperti tanah, dan benih itu adalah firman Tuhan. Di dunia ini, ada orang yang hatinya lembut, ada yang keras, ada yang sangat keras. Karena itu, jangan heran kita kadang menemukan ada orang yang sulit sekali menerima berita Injil. Pada zaman para rasul, Saulus termasuk orang yang keras hatinya. Selain itu, hatinya berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh murid-murid Yesus. Lalu, hal apa yang membuat Saulus berubah? Selain karena perjumpaannya dengan Kristus (ay. 5), murid-murid di Damsyik dan di Yerusalem memperlakukannya dengan penuh kasih. Setibanya di Yerusalem, ada Barnabas yang menerimanya dan membawanya kepada para rasul (ay. 27). Tuhan menumbuhkan, dan umat-Nya ikut berperan memelihara. Tidak heran Saulus sangat bersyukur dan mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan (1Tim. 1:15-16). Saat ini mungkin kita menemukan orang yang keras kepala dan keras hati, tidak mau menerima kebenaran firman Tuhan, padahal hidupnya sangat kacau. Mintalah pertolongan dan penghiburan Roh Kudus setiap kali kita memberitakan firman-Nya. Tetaplah bersabar terhadap orang itu. Teruslah mengasihinya karena memang butuh waktu yang relatif tidak sebentar untuk mengubah hati yang keras menjadi lembut. --RTG/Renungan Harian ------------------------------------------------------------------ TETAPLAH MENGASIHI ORANG YANG KERAS HATI DAN KERAS KEPALA. ------------------------------------------------------------------ Dikirim dari Alkitabku. Unduh di http://android.alkitabku.com